Macam-macam Tembang Macapat

Sumber Gbr : promojateng-pemprovjateng.com

Tembang macapat ada 11 ( sebelas ) :

  1. Maskumambang
  2. Pocung
  3. Gambuh
  4. Megatruh
  5. Mijil
  6. Kinanthi
  7. Asmaradana
  8. Durma
  9. Pangkur
  10. Sinom
  11. Dhandhanggula

Tembang macapat itu terdiri dari Guru Gatra, Guru wilangan, guru lagu, dan watak.

Guru gatra adalah jumlah baris dalam tembang macapat

Guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam tembang macapat

Guru lagu adalah jatuhnya suara di akhir baris tembang macapat

Untuk mengetahui secara jelas maksud guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan, perhatikan contoh tembang macapat – Mijil di bawah ini:

Payo kanca bareng ngudi ngilmi

Mumpung isih enom

Ja katungkul gegojegan wae

Bapak ibu guru wus maringi

Kawruh kang sayekti

Agung gunanipun

===============

Berdasarkan contoh Mijil di atas maka:

  • Guru gatra berjumlah 6
  • Guru Wilangan

Pa-yo -kan-ca- ba-reng- ngu-di -ngil-mi = 10

Mum-pung i-sih e-nom = 6

Ja- ka-tung-kul -ge-go-je-gan -wa-e = 10

Ba-pak- i-bu- gu-ru- wus- ma-ri-ngi = 10

Kaw-ruh -kang- sa-yek-ti = 6

A-gung- gu-na-ni-pun = 6

  •  Guru Lagu :

Payo kanca bareng ngudi ngilmi = i

Mumpung isih enom = o

Ja katungkul gegojegan wae = e

Bapak ibu guru wus maringi = i

Kawruh kang sayekti = i

Agung gunanipun = u

contoh legena

Aksara Legena

penelitian, aksara jawa itu saat jaman dahulu jadi satu dengan aksara jawa negara dewa yaitu di tanah hindhu ( penulis saat ini mengartikan tanah hindhu adalah India ). Menurut cerita aksara jawa itu diciptakan oleh Ajisaka.

Aksara Jawa yang kita tahu saat ini, sudah jauh berbeda dengan aksara Jawa Kuno. Jumlah aksara Jawa saat ini 20 yang berbentuk legena dengan 4 baris ( gatra ). Aksara Jawa yang saat ini kita tahu semua berbentuk legena ( nglegena ), artinya walaupun tidak memakai sandhangan ( huruf vokal a, i, u, e, o ) tetapi sudah bisa dibaca dengan suara “a”.

Contoh :

 

 

 

 

 

Sumber: Sinau Maca lan Nulis Aksara Jawa dening Ki Tentrem Warsena,LC

Apa itu Geguritan?

Geguritan adalah istilah yang digunakan dalam Bahasa Jawa untuk menyebut PUISI. Jadi secara sederhana Geguritan itu puisi berbahasa jawa.  Cara membaca geguritan tidak jauh berbeda dengan membaca puisi di dalamnya terdapat unsur-unsur membaca indah :

  1. Intonasi suara, penekanan suara
  2. Lafal Suara, kejelasan dalam pengucapan
  3. Ekspresi, ungkapan perasaan isi

Sudah jelas bukan maksud arti geguritan?

Contoh Geguritan klik di sini